Yahoo!: Saudara-saudara, GeoCities Tutup!


Maafkan jika terlambat, tapi yakinlah saat ini belum benar-benar terlambat. Mungkin ada sebagian kita yang masih percaya bahwa antara Yahoo! dan Microsoft benar-benar tidak atau belum terjadi sesuatu. Tapi bagi saya, ini bisa jadi salah satu buktinya.

Yahoo! yang "ternyata" sampai tanggal 24 Juli 2009 kemarin masih "lirik-lirikan" dengan microsoft ternyata sudah mulai menampakkan 'sifat bawaan' microsoft. Mungkin diantara kita ada yang masih mengingat bagaimana kebaikan Yahoo waktu itu yang menyediakan lahan kosong Yahoo! GeoCities GRATIS, bagi kita yang ingin membuat halaman web sendiri. Meski ada seikit 'gangguan' iklan, rasanya kita sama-sama mengakui bahwa keberadaan GeoCities waktu itu jelas sangat membantu. Selain halaman situs instan yang siap diluncurkan, media simpan yang disediakan Yahoo! dirasa cukup membantu. Terutama waktu ITU, saat Google belum melempar jaringnya.

Beberapa hari yang lalu, Yahoo! GeoCities Team mengirimi saya email (dan kawan-kawan lain yang juga menggunakan GeoCities) berisi pemberitahuan penutupan Yahoo! GeoCities. Entah apa yang membuat Yahoo! memutuskan demikian, tapi yang pasti penutupan kali ini sama sekali tidak sama dengan penutupan Google PageCreator itu. Jika Google (dengan sedikit menyusahkan kita -red) pada waktu itu menutup kemungkinan penyimpanan JavaScript, maka Yahoo! kali ini menutup hampir seluruh kemungkinan hosting versi tanpa bayar tersebut. Yahoo! GeoCities telah dipastikan akan menutup layanan gratisnya akhir oktober tahun ini, tepatnya 26 Oktober 2009.


Seperti yang telah saya sampaikan pada pembahasan sebelumnya, Google memang terlihat 'kejam' dengan menutup PageCreator yang sudah cukup banyak membantu hosting file-file tertentu termasuk script yang nantinya kita gunakan. Tapi setidaknya Google masih memikirkan solusi lain dengan Google Sites-nya. Satu-satunya sebab penutupan yang mungkin adalah menurunnya harga saham Yahoo! akhir-akhir ini, tapi dari email tersebut tampak sekali beda mereka berdua (Y! dan G). Y! mengajak kita pindah ke lahan yang lebih bernilai material dibanding sebelumnya, Yup Yahoo! Web Hosting dengan "$4.99 a month for a full year" bernada kooperatif padahal tidak sama sekali.

Yahoo! hanya memberi dua opsi singkat (dan cukup menyakitkan). 1. Pindah ke Yahoo! WebHosting dengan harga "terjangkau" atau, 2. Simpan file anda sendiri. Yah, jadi untuk kawan-kawan yang masih punya simpanan file di GeoCities atau bahkan situs secara utuh, saya hanya menyarankan segera pindahkan file-file tersebut ke tempat yang aman. atau file-file itu "will not be recoverable", itu kata mereka. Jadi singkatnya, pergunakan apa saja yang masih memungkinkan dipakai untuk kawan-kawan. Masih ada banyak pilihan. 5 modus yang saya sebutkan pada pembahasan yang lalu itu masih bisa dijadikan jalan keluar.

Satu lagi yang perlu saya ingatkan, sekaligus ingin diskusi dari kawan-kawan. Hari ini mungkin masih Y! GeoCities yang ditutup, tapi lain kali entah apa lagi. Jika Y! Photos, Y! Gallery, Y! Auction, Y! Briefcase dan service lainnya bisa tutup, maka bukan tidak mungkin Y! Mail (free) juga ikut ketularan tutup. Mengingat Yahoo! Mail juga mempunyai edisi "PLUS" (Y!Mail Plus) maka semakin memungkinkan Y!Mail versi Gratis jadi sasaran selanjutnya. Yup Itu dulu.

Selamat tinggal GeoCities, terimakasih untuk semuanya.

Ditulis sebagai pengingat untuk saya, dan yang menginginkan.

[+/-] Selengkapnya...

Google: Saudara-saudara, Silahkan Mengungsi!


Ya, evakuasi. Sudah sekitar sebelas bulan sejak pertama kali Tim Google mengumumkan bahwa Page Creator resmi Tidak Lulus Google Labs, dan harus segera dikebumikan. Penggantinya, Google Sites (selanjutnya akan saya sebut dengan "Sites"), sudah selesai diramu sebagai penggantinya. Seperti yang sudah pernah kita bahas sebelumnya, produk baru pengganti 'barang lama' tidak selalu lebih baik (minimal dari satu sudut pandang). Keleluasaan di Google Page Creator yang sebelumnya cukup bisa diandalkan untuk menyimpan (hampir seluruh) jenis file, termasuk script-script tertentu, (sengaja) tidak disematkan Google pada produk penggantinya ini. Memang benar, bahwa banyak penyedia layanan hosting gratisan, yang masih cukup baik mau menerima beberapa kilobyte data script kita, tapi jelas itu TIDAK lebih memudahkan. Lalu bagaimana sebaiknya?

Sebentar saya ajak kembali ke beberapa hari yang lalu [tepatnya 12 hari yang lalu :p]. Sebenarnya ini hanyalah akibat kecerobohan kita (-saya lebih tepatnya) untuk tidak menyiapkan diri sesegera mungkin setelah pengumuman google waktu itu untuk mencari tempat berteduh lain bagi file-file yang sudah 'terlanjur' ter-upload itu. Mungkin kawan-kawan juga mendapat email yang sama dari Google, yang membuat saya mengharuskan diri untuk segera berbenah sebelum Page Creator benar-benar.. mati.

Email itu, singkat, tapi pengaruhnya bisa sangat panjang. Secara umum saja, Google mengatakan bahwa proses migrasi sebenarnya akan berjalan tanpa gangguan JIKA tidak terdapat file yang tidak bisa di-support oleh "Sites". Artinya, proses migrasi, akan secara halus memindahkan seluruh file kita di Page Creator ke "Sites" secara keseluruhan, TETAPI Google TIDAK BERTANGGUNG JAWAB jika file-file yang tidak didukung oleh "Sites" akan berjalan dengan benar a.k.a broken ("Sites" memang TIDAK MENDUKUNG script Java). Jadi, sebelum nanti 'rusak' dan kesulitan mencari penggantinya, lebih baik jika kita rawat baik-baik dulu file-file tersebut, dan kita tempatkan di tempat yang lebih aman. Setidaknya sampai Google mengijinkan "Sites" menerima file-file tersebut.

Tapi,.. Kang Jaloe pernah bilang pada saya, "Semakin dibatasi, semakin kreatif". Nah, mungkin beberapa solusi ini bisa kita pakai sementara (-semoga benar-benar sementara). Sebelumnya, saya hanya punya dua solusi, tapi telusur demi telusur ternyata fernando malah punya 4 solusi. Jadi mungkin inlah yang bisa kita lakukan.

1. Menempatkan script dalam template
Cara ini jelas sudah sering pula kita lakukan. Kelemahannya, tentu saja, template kita akan bertambah panjang dan butuh waktu lebih lama untuk mengaksesnya. Tapi, kata 'lama' tidak berarti memakan waktu sampai berjam-jam kok, dan yang terpenting Script kita masih berjalan sempurna. :)

Mudahnya di bagian header template (sebelum tag </head>, Ubah penautan (linking) script ke URL di hosting (misal, untuk kasus ini PageCreator) yang biasa kita tuliskan dengan :
<script src='ALAMAT_URL_SCRIPT' type='text/javascript'></script>

script ini kita ganti dengan :
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
ISI_SCRIPT
//]]>
</script>


2. Menggunakan Gadget "HTML/Javascript" Bawaan Blogger
Disini kita akan membuat "section" baru untuk gadget di blog kita. Caranya, letakkan kode berikut dibawah tag <body> :
<b:section class='myscripts' id'myscripts' />

Setelah template disimpan, kita pindah ke halaman Layout > Page Elements. Maka akan muncul 'section' baru untuk menambahkan gadget seperti biasa dengan "Add a Gadget" (Titles/Judul gadget HARUS dikosongkan). Lalu masukkan script tersebut seperti biasa dengan format:
<script type='text/javascript'>
ISI_SCRIPT
</script>

Tambahan berguna dari fernando: Jika ingin menambahkan beberapa script di gadget yang berbeda maka kita dapat menambahkan syntax berikut sebelum tag </b:skin> (bagian CSS) :
.scripts-container .widget h2 {display: none; visibility: hidden;}

Perlu diperhatikan bahwa terkadang Blogger 'keliru' menginterpretasikan tanda "<" and ">". Solusinya adalah dengan menambahkan 'spasi' sebelum dan sesudah tanda tersebut setiap kali (dalam script) muncul tanda itu. Sebagai contoh :
sebelum : for(var i=0;i<spans.length;
sesudah : for(var i=0;i < spans.length;

3. Mengubah file .js menjadi .txt
Sebenarnya fakta inilah yang paling menyenangkan. Bahwa sebenarnya file javascript (.js) pada dasarnya hanyalah file teks biasa (.txt). Jadi dengan mengubah ekstensi .js menjadi .txt solusi bisa kita dapatkan.
Cara menggantinya, ya tinggal di-rename saja :P setelah itu (kemungkinan besar) penyedia layanan hosting akan dengan senang hati menerima file "teks" kita tersebut. (Termasuk Google "Sites" ya kan..).
Dan untuk memanggilnya kita gunakan :
<script type="text/javascript" src="ALAMAT_URL_SCRIPT.TXT" />

Selesai. Dan yang terakhir,

4. Menggunakan AJAX Libraries API milik Google
Beberapa script yang kita gunakan terkadang hanya dapat bekerja dengan menggunakan Library yang sudah disediakan, Seperti jQuery, MooTools, atau yang lainnya. Nah, beruntung kita karena Library API milik google terbilang lengkap. Jadi, kita dapat menggunakannya tanpa harus mengupload library kita sendiri.
Caranya letakkan syntax berikut sebelum tag </head> :
<script src='http://www.google.com/jsapi'/>
<script>
google.load("library if available", "version");
</script>

Dan.. selesai.

Cara 1-4 diatas saya susun berdasar tingkat kemungkinan dan kemudahan pemakaian. Tapi, jika saja memang bahkan seluruh cara diatas dirasa terlalu merepotkan. maka cara pamungkas ini adalah cara termudah yang bisa dilakukan sebagai pengganti Page Creator. Yaitu,

5. Upload Script kita ke penyedia Hosting :p
Disini, semua perkara selesai. Kecuali, fakta bahwa terkadang provider hosting 'gratisan' (kita berusaha menggunakan gratisan karena toh Page Creator juga gratis) selalu menyimpan udang dibalik batu, maksudnya terkadang pembatasan bandwidth akan cukup mengganggu dan terkadang syarat-syarat menyebalkan lainnya. Kawan-kawan bisa mencarinya dengan Google. Sekedar saran kawan-kawan bisa gunakan fileave atau fileden. Kelebihan dan kekurangan masing-masing bisa kawan-kawan nilai sendiri.

Pyuhh.. Yah mungkin itu yang bisa kita lakukan. Selamat Jalan Page Creator..
Dan untuk Google, yang kita harapkan adalah penggantian yang menguntungkan. Memang Google Sites sama sekali tidak buruk. Kawan-kawan bisa lihat contoh yang telah saya coba buat disini. Memang benar bahwa membuat situs secara utuh akan sangat dimudahkan. Tapi, situs tanpa pernak-pernik bantuan javascript rasanya... kurang mensyukuri. :)

Semoga bermanfaat. Ditulis sebagai pengingat untuk saya dan yang membutuhkan. Terima Kasih.

[+/-] Selengkapnya...

 
Terima Kasih Dunia Atas Segala Inspirasi dan Warna Suara . DuaRibuDuaBelas. MMXII . Firdaus™
Subscribe with Bloglines Blog